Senin, 31 Desember 2012

Kota Makkah Adalah Pusat Dari Planet Bumi..


Telah banyak bukti keagungan dan kekuasaan ALLAH Subhana wa Ta’ala yang menyebar di luar angkasa. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Makkah adalah pusat planet bumi. Fakta tersebut juga didukung dan diteliti dalam sebuah penelitian ilmiah, Tatkala Neil Amstrong untuk waktu pertama kalinya yang melakukan perjalan ke luar angkasa dan mengambil gambar dari planet Bumi. Dia berkata “bahwa planet bumi tampak menggantung di suatu area yang sangat gelap, pertanyaannya..lalu siapakah yang menggantung planet bumi tersbut..??
Setelah itu para astronot berikutnya yang kembali melakukan perjalan ke luar angkasa, kembali menganalisa keadaanplanet bumi tersebut. Merekapun berpendapat bahwa planet bumi mengeluarkan seperti radiasi yang berpusat dari kota Makkah, lebih tepatnya berasal dari Ka’bah. Dengan secara resmi merekapun mengumumkan berita penemuan itu melalui media internet dalam website maupun situs – situs yang mengupas tentang teknologi, akan tetapi sangat disayangkan setelah 21 hari kemudian website maupun situs tersebut raib dan hilang dari peredaran, sepertinya ada unsure kesengajaan dan alas an yang tersembunyi dibalik penghapusan website terssebut.Yang juga cukup membuat geger para peneliti adalah bahwa radiasi yang berpusat dari Ka’bah tersebut, radiasi yang tampak tersebut bersifat tidak berujung (Infinite), dan hal ini lebih meyakinkan para peneliti tentang radiasi tersebut ketika mereka mengambilfhoto planet mars dan radiasi tersebut tampak masih berlanjut terus menerus. Seolah dalam hal ini, para peneliti Muslim meyakini bahwa radiasi tersebut memiliki suatu karakteristik yang menghubungkan antara ka’bah diplanet bumi dengan ka’bah dari negeri akhirat.
Kemudian para peneliti tersebut melanjutkan lagi penelitian mereka, bahwa ditengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang di beri nama “Zero Magnetism Area”, yang berarti apabila kita menggunakan kompas pada area tersebut maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak atau berfungsi sama sekali oleh karena daya tarik antara kedua kutub tersebut (utara dan selatan) sama besar kekuatannya.
Hal ini menjadi penyebab bahwa orang-orang yang tinggal di Makkah, dipercaya bahwa mereka cenderung lebih sehatdibanding orang-orang dari Negara yang lain karena kehidupan mereka tidak banyak  dipengaruhi oleh kekuatan gravitasi. Dan kerena itulah apabila kita mengelilingi Ka’bah, seolah-olah kita seperti discharge ulang oleh suatu energymisterius entah darimana asalnya dan hal ini adalah merupakan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Dalam penelitian yang lain mengungkapkan bahwa batu yang bernama Hajar Aswad, adalah merupakan batu yang tertua di dunia dan mengapung apabila diletakkan di atas air.
http://tausyah.wordpress.com/hajar-aswad
Hajar Aswad
Dalam sebuh Museum di Inggris , terdapat tiga potongan batu tersebut yang berasal dari Ka’bah serta pihak Museum tersebut juga mengatakan bahwa bongkahan-bongkahan batu tersebut bukan berasal dari system tata surya kita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari Surga, warnanya lebih putih daripada susu, dandosa-dosa anak cucu adamlah yang menjadikannya hitam”
Dengan demikian telah membuktikan bahwa tidak ada keraguan lagi atas apa-apa yang ALLAH Ta’ala turunkan dalam kitabnya yaitu Al Qur’an yang mengandung banyak pengetahuan sains dan modern, demikian pula dengan sunnah – sunnah Rasulullah yang menerangkan ataskalimat-kalimat wahyu dari ALLAH Subhana wa Ta’ala Rabb sekalian alam. Wallahu Ta’ala A’lam

Keutamaan Mengucapkan Salam



Sesungguhnya hakikat daripada mengucapkan salam “Assalamu ‘alaikum” apabila kamu menjumpai lebih dari satu orang, dansuatu majelis atau keramaian, “Assalamu ‘alaika” apabila kamu menjumpai seorang akhi dan “Assalamu ‘alaiki” apabila kamu menjumpai seorang ukhti. Maka itulah salam sebagai identitas Islam sesama kamu kepada saudara-saudarimu yang lain, yaitu sebagai Rahmat ALLAH atas kamu sekalian mukminin dan mukminah dimuka bumi.
Sedang ALLAH Tabaraka wa Ta’ala menaungi kamu sekalian dengan keselamatan lagi Rahmat-Nya didunia maupun di negeri akhirat kelak, Assalamu ‘alaika “keselamatan bagimu” (akhi), atau Assalamu ‘alaiki “keselamatan bagimu” (ukhti) dan Assalamu ‘alaikum “Keselamatan atas kamu sekalian” (lebih dari 1 orang baik akhi maupun ukhti), karena sesungguhnya ALLAH Tabaraka wa Ta’ala telah memberi jaminan keselamatan didunia maupun di akhirat kelak bagi seluruh muslimin dan muslimah..
ALLAH Subahana wa Ta’ala Ber-Firman :
سَلَامٌ قَوْلاً مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ
(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.  Yaasiin: 058.
maka kamu ucaplah salam dan katakanlah kepada seluruh saudara-saudarimu muslimin dan muslimah bahwasanya Keselamatan daripada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala-lah baginya dan bagi seluruh mukminin dan mukminah di muka bumi sedang kamu sekalian berada didalam naungan Iman lagi Agama yang benar disisi ALLAH Tabaraka wa Ta’ala.
ALLAH Subahana wa Ta’ala Ber-Firman :
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللّهِ فَإِنَّ اللّهِ سَرِيعُ الْحِسَابِ 
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Ali-’Imraan : 019. 
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ 
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Ali-’Imraan : 085. 
Mengucapkan Salam Apabila Bertemu Dengan Sesama Muslim
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: “Apabila seseorang di antara engkau semua bertemu saudaranya – yakni sesama Muslim, maka hendaklah mengucapkan salam padanya. Jikalau antara keduanya itu terhalang oleh sebuah pohon, dinding atau batu kemudian bertemu lagi dengan saudaranya itu, maka hendaklah bersalam pula sekali lagi.” (Riwayat Abu Dawud)
Mengucapkan salam hukumnya adalah wajib antara sesama kamu, baik apabila kamu menjumpai saudara-saudarimuslimmu yang lain yang kamu kenal ataupun yang tiadalah kamu mengenalnya, baik dijalan, tempat umum dan sebagainya.Oleh karena tiadalah yang lebih utama perkaranya, apabila seorang mukmin berjumpa dengan saudara yang seiman dengan dia maka hendaklah ia mengucapkan salam kepadanya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiallahu ‘anhuma bahawasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w.: “Manakah amalan Islam yang terbaik?” Beliau menjawab: “yaitu engkau memberikan makanan dan engkau mengucapkan salam kepada orang yang sudah engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal.”(Muttafaq ‘alaih)
dan siapakah yang hendaknya terlebih dahulu mengucapkan salam itu di antara kamu apabila ia berjumpa dengan saudaranya..? maka..dialah sesiapa yang merasa hendak lebih dekat kepada ALLAH dengan sekalian Rahmat-Nya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
Dari Abu Umamah iaitu Shudai bin ‘Ajlan al-Bahili r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnyaseutama-utama manusia dengan Allah – yakni yang lebih berhak mendekat kepada Allah – ialah orang yang memulai memberikan salam di kalangan mereka itu.”
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad yang baik. Ini juga diriwayatkan oleh Imam Termidzi dari Abu Umamah pula, demikian riwayatnya: Rasulullah s.a.w. ditanya: “Ya Rasulullah, ada dua orang yang saling bertemu muka, maka manakah di antara keduanya itu yang memulai bersalam.” Beliau s.a.w. menjawab: “Ialah yang lebih utama di antara keduanya itu dengan Allah Ta’ala” maksudnya orang yang lebih mendekatkan dirinya kepada Allah dengan mentaatiNya, sebab yang memulai itulah yang lebih dulu berzikirnya kepada Allah. Jadi lebih berhak untuk mendekatkan diri kepadaNya.
Mengucapkan Salam Jika Ingin Bertamu Kerumah Orang Lain
Kemudian apabila kamu hendak kebertamu kerumah saudara-saudari yang lain, maka hendaklah kamu mengucapkan salam dan janganlah kamu masuk kepada rumah itu sebelum salammu itu dijawab oleh sang ahli rumah.
ALLAH Subahana wa Ta’ala Ber-Firman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتاً غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin danmemberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. An-Nuur : 027.
لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَى حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا مِن بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ آبَائِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَانِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَامِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَالِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَالَاتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُم مَّفَاتِحَهُ أَوْ صَدِيقِكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا جَمِيعاً أَوْ أَشْتَاتاً فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتاً فَسَلِّمُوا عَلَى أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُون
Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula)bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. An-Nuur : 061.
Para Ahli Syurgapun Mengucapkan Salam
Dinegeri keselamatan tiap-tiap muslimin dan muslimah yang beramal sholeh yaitu Syurga, tiadalah di negeri terdapat kata-kata yang tiada berfaedah antara sesama mereka. Melainkan ucapan selamat daripada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala lagi para Malaikat – malaikat-Nya.
ALLAH Subahana wa Ta’ala Ber-Firman :
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْواً إِلَّا سَلَاماً وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيّاً
Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. Maryam  : 062.
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍسَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (sambil mengucapkan): “Salamun `alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. Ar-Ra’d : 23-24.
Pahala Bagi Yang Mangucapkan Salam
Jika mengucapkan salam adalah wajib, maka sesungguhnya segala kewajiban yang ALLAH Tabaraka wa Ta’ala dan Rasul-Nya tetapkan atas sekalian mukminin dan mukminah adalah suatu amalan ibadah bagi manusia. Sedang tiap-tiap amal ibadah kepada ALLAH Ta’ala, maka ALLAH Ta’ala telah menetapkan suatu ganjaran pahala menurut amalannya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
Dari Imran bin al-Hushain radhiallahu ‘anhuma, ia berkata : Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w., lalu ia mengucapkan: Assalamu ‘alaikum. Kemudian beliau s.a.w. membalas salam orang tadi lalu duduk terus bersabda: “Sepuluh,” maksudnya pahalanya dilipatkan sepuluh kalinya. Selanjutnya datang pula orang lain lalu ia mengucapkan: Assalamu ‘alaikum warahmatullah. Beliau s.a.w. lalu membalas salamnya orang itu, lalu duduk lagi: “Dua puluh,” maksudnya pahalanya dilipatkan dua puluh kali. Seterusnya ada pula orang lain yang datang, lalu mengucapkan: Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Kemudian beliau s.a.w. membalas salam orang tersebut, lalu duduk terus bersabda: “Tiga puluh,” maksudnya pahalanya dilipatkan tiga puluh kali. 
Jazzakumullahi Khoiraan Katsiraa..